10 KEKAWATIRAN TERHADAP PUYER

BEBERAPA KONTROVERSI DAN KEKAWATIRAN TERHADAP PUYER TERNYATA BUKAN PADA SUBSTANSI BAHAYA PUYER ITU SENDIRI TETAPI JUGA PERMASALAHAN OBAT SIRUP

1.    Menurunnya kestabilan obat  karena obat-obatan yang dicampur tersebut punya kemungkinan berinteraksi satu sama lain. Sebenarnya bila dicermati interaksi obat tidak hanya pada pemberian puyer pemberian sedian capsul atau sirup mempunyai resiko interaksi obat satu dengan yang lain. Dokter dibekali limu farmasi tentang masalah interaksi dan kestabilan obat. Kalaupun ada interaksi obat mungkin, dokter sudah memperhitungkan hal tertsebut tidak terlalu berbahaya. Bila dokter tidak memahami farmakoterapi dari suatu jenis obat, sebaiknya dokter tidak menuliskan resep obat baik puyer maupun sirup.

2.    Pemberian puyer beresiko terjadi pemberian polifarmasi. Sebenarnya penggunaan polifarmasi bisa juga terjadi pada penggunaan obat kapsul dan sirup.  Seorang dokter ada juga yang meresepkan berbagai macam botol sirup dalam satu kali pemberian. Bahkan seorang ibu sempat mengeluh ketakutan karena anaknya dalam sekali berobat diberikan sekaligus 6 botol sirup. Padahal dalam satu botol sirup itu juga kadang terdiri dari dua atau lebih kandungan obat. Pengalaman lain beberapa penderita yang berobat di luar negeri khususnya Singapura, penderita memang tidak mendapatkan puyer tetapi membawa segepok obat sirup dan kapsul kalo dijumlah lebih dari 7 macam. Masalah pemberian polifarmasi ini juga tergantung knowledge dan pengalaman dokter

3.    Sulitnya mendeteksi obat mana yang menimbulkan efek samping – karena
berbagai obat digerus jadi satu dan terjadi reaksi efek
samping terhadap pasien, akan sulit untuk melacak obat mana yang menimbulkan reaksi
. Hal ini juga tidak akan terjadi, karena dalam penulisan obat puyer pasien dapat meminta kopi resep dari apoteker atau apotik tempat pembelian obat. Di Puskesmas memang menjadi masalah karena seringkali tidak disertai kopi resep, tetapi bila pasien meminta hal itu pasti akan diberikan oleh dokter yang memberikan di psukesmas.  Adalah sesuatu yang tidak etis bila dokter tidak mau memberikan kopi resepnya

4.    Pembuatan puyer dengan cara digerus atau diblender, sehingga akan
ada sisa obat yg menempel di alatnya
. Hal itu wajar terjadi, dalam ilmu meracik obat itu sudah diperhitungkan dengan menambah sekian prosen untuk kemungkinan hal tersebut.  Kalaupun ada kekurangan dan kelebihannya sebenarnya hanya dalam jumlah kecil yang tidak terlalu bermakna, kecuali pada obat tertentu. Dalam pemakaian obat sirupun pasti wajar bila kelebihan atau kekurangan seperti terjadi sisa sedikit sewaktu memberikan obat dalam sendok sirupnya atau kelebihan sedikit dalam menuang obat dalam sendok. Bahkan seorang peneliti pernah melaporkan bahwa sekitar 20% obat paten ternyata sewaktu diteliti lebih cermat sering membulatkan jumlah dosis seperti yang tercantum dalam kemasannya atau tidak sesuai dengan kandungan yang ada, Seperti pesudoefedrin yang seharusnya dikapsul 17 mg dibulatkan menjadi 20 mg.

5.    Orangtua takut puyer karena orangtua takut pemberian obat berlebihan padahal penyakitnya ringan dan tidak sesuai RUD (Rational Use of Drugs),

Sebenarnya penggunaan obat yang berlebihan dan terapi antibiotika yang berlebihan itu bukan terjadi hanya pada obat puyer juga terjadi pada penggunaan obat kapsul dan sirup.  Bila penderita sakit yang ringan ada juga dokter memberi obat sirup 2 sampai 5 botol, padahal kandungan satu botol di dalam sirup tersebut terdapat 2-4 macam jenis obat. Kenapa masyarakat juga tidak takut pada obat sirup? Masalah pemberian pengobatan yang berlebihan adalah  ini juga tergantung knowledge dan attitude  dokter bukan masalah bahaya dari puyer itu sendiri. Jadi yang pasti puyer tidak melanggar 12 point RUD dari WHO, yang melanggar RUD adalah perilaku peresepan dokter yang tidak rasional dan berlebihan dalam pemakaian obat..Lihat bagan di bawah 12 topik RUD yang dikampanyekan WHO tidak ada satupun yang dilanggar obat puyer.

6.    Puyer tidak mengikuti pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), proses pembuatan obat itu harus steril, sedangkan pembuatan puyer tidak steril atau sering ada sisa dan bekas obat puyer sebelumnya. CPOB sebenarnya adalah aturan yang digunakan BPOM untuk mengatur pabrik farmasi dalam memproduksi obat secara masal. CPOB tidak mengatur pembuatan puyer. Sedangkan puyer bukan untuk memproduksi obat secara masal tapi meracik beberapa obat jadi dari pabrik farmasi yang diberikan kepada individu tertentu. Sehingga prosedur pembuatan puyer di atur oleh aturan tersendiri dalam persyaratan pendirian dan pembinaan apotik oleh BPOM. Jadi CPOB tidak berkaitan dengan prosedur pembuatan puyer.

Memang dalam penyajian dan penyediaan obat harus higenis dan bersih, dan itu sudah merupakan prosedur tetap yang harus dilakukan oleh semua apoteker. Bila apoteker tidak melakukan prosedur peyajian obat tidak baik dan benar akan melanggar prosedur tetap yang sudah ada. Meskipun dalam penyediaan obat oral tidak harus super steril seperti penyediaan obat suntik. Obat oral mungkin relatif sama seperti penyajian makanan lain yang masuk ke mulut, beda dengan obat injeksi yang harus melalui pembuluh darah yangb harus sangat steril.

7.    Bisa jadi obatnya sudah rusak sebelum mencapai sasaran karena proses
penggerusan.
Masalah tersebut sebenarnya masalah knowledge (pengetahuan) dan ketrampilan dokter Hal itu juga tidak akan terjadi karena dokter sudah diberikan ilmu farmasi bahwa terdapat beberapa obat yang tidak boleh digerus. Kalaupun ada yang tidak boleh digerus tapi digerus, mungkin tidak membahayakan tetapi hanya membuat kasiat obat tidak optimal.

8.    Dosis yang berlebihan karena dokter tidak mungkin hafal setiap
merek obat.
Jadi akan ada kemungkinan dokter meresepkan 2 merek obat yang berbeda, namun kandungan aktifnya sama. Kesalahan dalam peracikan obat – bisa jadi tulisan dokter bisa jadi
nggak kebaca sama apoteker, sehingga bisa membuat salah peracikan.

Hal seperti ini juga sebenarnya masalah knowledge (pengetahuan) dan ketrampilan dokter. Setiap dokter tidak boleh menuliskan resep obat bila tidak hafal dosis dan merek obatnya. Kekawatiran inipun juga terjadi pada penulisan resep sediaan sirup..

Penulisan dokter tidak jelas memang sering terjadi, dalam hal ini apoteker harus menamnyakan lagi kepada dokter. Hal inipun sering terjadi pada ibat sediaan sirup.

9.    Obat puyer di luarnegeri tidak dipergunakan kenapa di Indonesia masih digunakan.  Sampai saat ini belum ada data yang menunjukkan pengguna  obat puyer, di luar negeri. Memang disebutkan beberapa laporan penggunaan puyer di luarnegeri tetapi masih sekedar dalam tahap observasi sederhana. Tetapi kalaupun di beberapa negera maju tertentu tidak menggunbakan puyer mungkin karena penyediaan jenis obatnya lebih lengkap dan mereka tidak mempunyai masalah perekonomian seperti di Indonesia. Sedangkan di Indonesia penyediaan obat sirup sangat terbatas terutama di Puskesmas dan Rumah Sakit pemerintah. Kalau kita cermati bedak salisil mungkin sudah tidak dipakai lagi di luarnegeri tetapi di Indonesia masih dipakai, tetapi apakah bedak salisil berbahaya ?

10. Obat puyer lebih mahal. Justru pendapat ini sangat tidak sesuai fakta, memang betul bahwa penggunaan puyer harus disertai kertas resep dan biaya pembuatan tetapi itu hanya sekitar 5%. Dalam liputan di televisi swasta dilaporkan memang rata-rata orangtua menghabiskan puyer sekitar 50 s/d 250 ribu  bahkan disebut bisa sampai 500 sampai satu juta untuk masalah batuk pilek biasa. Sebenarnya yang dipermasalahkan biaya dalam berita tersebut bukan masalah puyer atau bukan puyer tapi masalah rasionalitas pemakaian obat. Kalau biaya pembelian puyer itu diganti sirup maka jumlah botol sirup yang diberi bisa lebih banyak lagi mungkin sekitar 4-5 kali lipat. Bila dalam satu puyer terdapat 6 macam obat maka kalau diganti sirup juga menjadi 6 botol.  Jadi sekali lagi kekawariran tersebut bukan masalah puyer atau bukan puyer tapi masalah pengobatan yang berlebihan dan ini juga dialami oleh obat sirup. Bahkan kalau pemakaian irasioanal terjadi pada obat sirup maka biaya yang terjadi bisa lebih besar lagi.

 

www.growup-clinic.com

Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085100466102 – 085101466103 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013 – 08131592-2012 email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 089841841 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8984181481 PIN BB 76211048
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights+ reserved

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s