PUASA DAN KESEHATAN : MENGAPA BERBUKA PUASA HARUS DENGAN KURMA

MENGAPA BERBUKA PUASA HARUS DENGAN KURMA

 dr Widodo Judarwanto SpA

Saat berbuka puasa adalah waktu yang tepat untuk tubuh mensuplai asupan makanan akibat cadangan energi tubuh yang jauh berkurang. Nabi Muhammad SAW memberi tuntunan untuk memakan  buah kurma saat berbuka puasa. Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik : “Rasulullah pernah berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka beliau memakan tamr (kurma kering) dan kalau tidak ada tamr, maka beliau meminum air, seteguk demi seteguk” [HR. Abu Dawud no. 2356]

Rentang waktu dalam beribadah puasa ramadhan dengan menghindari makanan dan minuan sekitar 12-16 jam. Waktu ini sesuai dengan dua rentang masa asimilasi makanan dlam tubuh, yaitu fase penyerapan (absorpsi) selama 3-5 jam dan paska penyerapan (paska absoprsi). Proses asimilasi makanan terdiri dari fase membangun (anabolisme) dan fase mengahncurkan (katabolisme). Pada fase anabolisme (bersamaan dengan fase penyerapan) semua unsur makanan digunakan untuk membangun. Sedangkan fase katabolisme (bersamaan dengan paska penyerapan) unsur makanan dihancurkan  melalui proses oksidasi untuk menghasilkan energi dalam bentuk panas, gerak dan cadangan energi.

Pada paska penyerapan (saat menjelang berbuka puasa) tingkat konsentrasi glukosa dan insulin dalam pembuluh darah kecil di portal hati mengalami penurunan. Selanjutnya akan mengurangi aktifitas dan fungsi glukosa pada sel otot dan saraf. Cadangan glukosa berupa gikogen dalam hatipun semuanya telah terurai dan nyaris habis.

Dalam Kondisi seperti ini untuk mendapatkan energi, jaringan dalam tubuh harus mengandalkan oksidasi asam lemak dan oksidasi glukosa  yang diproduksi di dalam hati yang beaal dari asam amino dan gliserol. Oleh karena itu, asupan glukosa sesegera mungkin pada tubuh sangat bermanfaaat. Konsentrasi glukosa dalam pembuluh darah portal hati akan meningkat secara cepat. Dalam hal ini penggunaan kurma saat buka puasa seperi yang dituntunkan nabi uhammad SAW adalah langkah yang sanagat tepat. Kurma merupakan salah satu buah yang kaya gula glukosa. Buah kurma merupakan bahan nutrisi yang pali tepat untuk dikonsumsi saat kondisi seperti itu.

Kurma mengandung kadar glucida yang tinggi berkisar antara 75-85% dengan komposisi glukosa 55% dan fruktosa 45% ditambah dengan kandungan protein, lemak, beberapa vitamin (A,B2 dan B12) dan beerapa vitamin dan mineral penting lainya. Kandungan minral penting yang tekandung dalam kurma adalah kalsium, fofor, potassium, sulfat, sodium, magnesium, kobalt, seng, florin, tembaga, manganis dan sejumlah selulosa lainnya.

Kurma lebih unggul dari makanan lain yang mengandung gula. Hal ini juga didukung bukti, yaitu segelas air yang mengandung glukosa akan diserap tubuh dalam waktu 20-30 menit, tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45-60 menit.

Kadar fruktosa yang tinggi dalam kuma akan terkonversi menjadi glukosa dalam kecepatan yang lua biasa dan langsungdapat terserap dengan mudah dalam saluran cerna. Keadaan ini menjadi langkah yang sangat dibutuhkan tubuh saat kekurangan akan energi terutama jaringan tubuh yang menjadikan glukosa sebagai pemasok utamaenergi seperti sel otak, saraf, sel darah merah, dan sel sumsum tulang belakang.

 

Sebaliknya saat berbuka menerima asupan makanan yang berprotein atau berlemak, bahan makanan ini tidak dapat langsung terurai dengan baik. Untuk terserap sempurna dibutuhkan waktu yang panjang untuk penguraian proses oksidasinya. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kenaikkan asam amino di dalam tubuhakibat makanan yang miskin mengandung glucida yang mengakibatkan penurunan gula darah.

Dalam keadaan tertentu dimana kurma tidak tersedia harus diberikan makanan sejenis  yang kaya mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Makanan dengan komposisi tersebut dapat dipilih jenis buah, makanan ringan atau makanan yang manis, tidak tinggi protein dan lemak. Buah yang mengandung kaya fruktosa adalah sawo, mangga, pepaya, apel dan sebagainya. Sedagkan minuman teh manis, madu, poding manis, bubur kampiun, koktail buah, dan jajanan lainnya yang manis dan mengandung gula.

 marhaban_yaa_ramadhan_by_adipatijul.jpg image by pratiwanggini

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN 

Yudhasmara Foundation 

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s