Tingkat Keamanan MSG Menurut Institusi Kesehatan Internasional

image

MSG adalah bahan aditif makanan yang selama ini dianggap sebagai momok bagi masyarakat. Bila mendengar tidak ada MSG di dalam makanan maka orang akan merasa aman untuk menyantapnya, tetapi bila ada kandungan sedikit saja MSG orang sudah berpikir 1001 macam terhadap resiko yang ditimbulkannya terutama terhadap anak-anak. Menurut beberapa penelitian sebenarnya MSG sangat aman dalam dosis tertentu yang direkomendasikan. Sangat berbeda yang selama ini dianut masyarakat bahwa MSG adalah bahan makanan yang paling ditakuti saat menyantap kuliner.

Padahal dalam sepuluh tahun terakhir ini justru berbagai lembaga yang sangat kompeten baik di Amerika Serikat maupun di Eropa dan bahkan badan-badan dunia seperti FAO dan WHO, mengklasifikasikan MSG sebagai bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi.Meski demikian dalam empat puluha tahun yang lalu sebagian lembaga itu ada yang menganggap MSG berbahaya tertapi setelah semakin banyak penelitian tentang bahaya MSG tidak terbukti secara perlahan rekomendasi institusi kesehatan Inernasional tersebut berubah drastis.

Secara lebih luas, MSG memegang peranan penting dalam industri makanan. Sebagai flavor enhancement, MSG banyak menghemat production cost para menyedia makanan (baik makanan jadi maupun bahan makanan.) Semakin banyak MSG yang ditambahkan, semakin sedikit “actual food” yang harus digunakan oleh produser untuk membuat produksinya menjadi lezat.

Monosodium glutamat atau MSG adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein). MSG diperdagangkan sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur. MSG tidak mempunyai rasa, tetapi mempunyai fungsi sebagai penegas citarasa (flavor enhancer) makanan. Sebagian besar peneliti meyakini bahwa MSG menstimulir reseptor glutamat yang terdapat pada lidah untuk menegaskan citarasa daging (meat-like flavor). Akan tetapi yang berperan dalam hal itu adalah glutamat dalam bentuk bebas (asam glutamat), bukan sebagai garam natrium (MSG). Reaksinya dengan ion Na+ yang memiliki elektronegativitas tinggi, menjadikan MSG garam yang ikatannya kuat, tidak terurai selama proses pemasakan, dan aroma serta citarasanya sudah mulai terdeteksi pada konsentrasi 0,03%. Buruknya penambahan MSG pada makanan saat ini masih diyakini banyak orang. Sebagian besar orang cenderung sangat percaya bahwa MSG itu buruk dan ingin hidup MSG-free sebisa mungkin.

Tingkat Keamanan MSG Menurut Institusi Kesehatan Internasional

  1. FDA (Food and Drug Administration) Laporan terdahulu sekitar empat puluh tahun lalu, penelitian FDA (Food and Drug Administration) tahun 1970 mendapati MSG dapat memicu reaksi-reaksi seperti, gatal dan bintik-bintik merah pada kulit, mual dan muntah, sakit kepala migren (berat pada sebelah kepala), asma, gangguan hati, ketidakmampuan belajar serta depresi. “MSG ini dapat menembus plasenta pada saat kehamilan, menembus jaringan penyaring antara darah dan otak (blood brain barrier), menyusup ke lima organ circumventricular,”. Pelindung darah otak yang terkontaminasi, dapat mengakibatkan kelainan hati, trauma, hipertensi, stres, demam tinggi dan proses penuaan.
  2. FASEB (the Federation of American Societies for Experimental Biology) menyampaikan laporan tentang aman tidaknya penggunaan MSG dalam makanan. Dalam laporannya, membuktikan bahwa makanan yang mengandung MSG, minimum 5 gram, dapat memicu penyakit asma. Truth in Labeling Campaign – sebuah lembaga untuk kampanye labelisasi AS –membuktikan bahwa reaksi MSG lebih berisiko pada bayi dan anak-anak.
  3. FDA (Food and Drug Administration) Belakangan ini FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan batas aman penggunaan MSG adalah 2 gram. Namun demikian banyak food scientist yang setuju bahwa monosodium glutamate sendiri tidak berbahaya pada kesehatan.
  4. The Council on Scientific Affairs of the American Medical Association pada tahun 1992, menyebutkan bahwa glutamat dalam bentuk bebas atau dalam bentuk garam atau MSG tidak menunjukkan sesuatu yang membahayakan kesehatan secara bermakna.
  5. FDA (Food and Drug Administration) Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan batas aman penggunaan MSG adalah 2 gram. Namun demikian banyak food scientist yang setuju bahwa monosodium glutamate sendiri tidak berbahaya pada kesehatan. Secara lebih luas, MSG memegang peranan penting dalam industri makanan. Sebagai flavor enhancement, MSG banyak menghemat production cost para menyedia makanan (baik makanan jadi maupun bahan makanan.) Semakin banyak MSG yang ditambahkan, semakin sedikit “actual food” yang harus digunakan oleh produser untuk membuat produksinya menjadi lezat.
  6. Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) of the UN-FAO dan WHO, menempatkan MSG dalam kategori ingredient pangan yang paling aman (the safest category of food ingredients). Bahkan JECFA meniadakan ambang batas aman penggunaan MSG mengundang polemik. Dosis maksimal yang ditetapkan WHO 120 mg/kgBB/hr sudah terlalu tinggi, apalagi kalau dosis itu ditiadakan. Begitu pula nilai ambang batas aman tersebut masih dipakai untuk pembandingan dengan penggunaan keseharian.
  7. European Communiities (EC) Scientific Committee for Foods, pada tahun 1991, memperkuat pernyataan tentang keamanan MSG dan mengklasifikasikan “acceptable daily intake” (ADI) MSG sebagai “not specified”. Istilah “not specified” untuk ADI menunjukkan bahwa MSG sebagai ingredient pangan benar-benar aman bagi tubuh  (the most favorable designation for a food ingredient).EC Committee menyebutkan bahwa ternyata bayi juga dapat memetabolisasi glutamat seefisien seperti halnya orang dewasa. Laporan dari the Council on Scientific Affairs of the American Medical Association pada tahun 1992, menyebutkan bahwa glutamat dalam bentuk bebas atau dalam bentuk garam atau MSG tidak menunjukkan sesuatu yang membahayakan kesehatan secara bermakna. Bahkan EC Committee menyebutkan bahwa ternyata bayi juga dapat memetabolisasi glutamat seefisien seperti halnya orang dewasa.
  8. The Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) pada tahun 1995, antara lain menyebutkan bahwa : (1) sejumlah orang tertentu (an unknown percentage of the population) dapat bereaksi terhadap MSG dan menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual-mual, jantung berdebar dan lain-lain. Akan tetapi gejala tersebut terutama terjadi pada orang yang mengkonsumsi MSG dalam jumlah banyak (3 g atau lebih) dengan kondisi perut kosong (tanpa disertai makanan lain). Untuk diketahui, secara normal satu sajian makanan diberi tambahan MSG kurang dari 0,5 g; dan (2) MSG tidak terbukti berkontribusi pada timbulnya penyakit Alzheimer’s dan penyakit kronis lainnya.

Point Of Interest

  • SEJAUH INI DALAM DOSIS TERTENTU, DALAM BERBAGAI PENELITIAN TERNYATA MSG MASIH BISA DIKATAKAN AMAN, TIDAK SEPERTI FOBIA YANG BANYAK DITAKUTKAN MASYARAKAT
  • MESKIPUN DEMIKIAN LEBIH BIJAKSANA BILA KITA LEBIH MEWASPADAI AKIBAT DARI KELEBIHAN PENGGUNAAN YANG DITIMBULKANNYA
  • SELAMA INI BILA TIDAK CERMAT EFEK SAMPING YANG DIAKIBATKAN OLEH MSG SULIT DIBEDAKAN DENGAN REAKSI SIMPANG DARI BAHAN MAKANAN LAIN YANG TERKANDUNG DALAM SAJIAN MAKANAN TERSEBUT, ATAU SERING DISEBUT INTOLERANSI ATAU ALERGI MAKANAN.

www.growupclinic.com

Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2014, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights+ reserved

Iklan

One response to “Tingkat Keamanan MSG Menurut Institusi Kesehatan Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s