Zinc, Manfaat dan Dampak bagi Kesehatan Anak

Zinc, Manfaat dan Dampak bagi Kesehatan Anak

Zinc adalah mineral penting yang diperlukan tubuh manusia, dan terutama banyak ditemukan di dalam sel tubuh. Saat tubuh beraktivitas, Zinc berperan sebagai katalisator reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh dan sebagai salah satu komponen penting pada DNA, RNA dan penyatuan asam nukleat. Zinc juga banyak ditemukan dalam sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, jaringan darah, sistem pencernaan manusia, dan terlibat dalam metabolisme dengan hampir 300 jenis enzim di dalam tubuh.

Zinc atau Seng (Zn) merupakan logam transisi yang termasuk kelompok 12 dalam tabel periodik. Sebagai “unsur jejak penting” , zinc memiliki makna biologis yang substansial bagi tanaman dan hewan.

Hanya dengan mengonsumsi asupan yang sangat kecil dari Zinc dapat memberikan manfaat yang besar bagi tubuh. Saat ini, Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk Zinc adalah: 9-12 mg / hari untuk wanita dan 12-17 mg / hari untuk pria (tergantung kelompok umur).

Seseorang akan lebih rentan terhadap penyakit jika memiliki kadar zinc yang rendah dalam tubuhnya. Bahkan, kekurangan zinc bertanggung jawab atas lebih dari 800.000 kematian anak di dunia setiap tahunnya.

DEFISIENSI ZINC

Defisiensi zinc biasanya disebabkan oleh asupan makanan yang tidak mencukupi. Namun, mungkin juga karena malabsorbsi dan penyakit kronis seperti diabetes, keganasan (kanker), penyakit hati,  dan penyakit sel sabit.

Tanda-tanda kekurangan zinc meliputi:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Depresi
  • Perubahan kognisi
  • Diare
  • Rambut rontok

Para ahli percaya bahwa sekitar dua miliar orang di seluruh dunia memiliki pola makan yang rendah zinc.

Unsur ini secara alami ditemukan dalam sejumlah makanan, tetapi juga tersedia dalam bentuk suplemen makanan.

Manfaat Kehebatan Zinc

  1. Zinc penting untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat, baik dalam proses sintesis DNA, ataupun dalam meningkatkan pertumbuhan sehat selama masa kanak-kanak, dan juga penyembuhan luka
  2. Mengatur fungsi kekebalan tubuh. Tubuh membutuhkan zinc untuk mengaktifkan limfosit T (sel T). Sel T membantu melindungi tubuh dengan dua cara: Mengendalikan dan mengatur respon imun Menyerang sel yang terinfeksi atau kanker. Defisiensi Zinc yang parah dapat merusak fungsi sistem kekebalan tubuh. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, “orang dengan defisiensi zinc mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai patogen”.
  3. Mengobati Diare. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa diare merupakan “pembunuh 1,6 juta anak di bawah 5 setiap tahun.” Sebuah studi PLoS Medicine, yang “mengikuti kampanye nasional kesehatan masyarakat untuk meningkatkan penggunaan zinc pada diare anak di Bangladesh”, menegaskan bahwa pemberian tablet zinc selama 10 hari adalah efektif untuk mengobati diare dan juga membantu mencegah serangan infeksi diare dimasa depan.
  4. Mempengaruhi Proses Belajar dan Memori. Penelitian yang dilakukan di University of Torontodan diterbitkan dalam jurnal Neuronmengungkapkan bahwa zinc memiliki peran penting dalam mengatur bagaimana neuron berkomunikasi satu sama lain, yang mempengaruhi bagaimana ingatan terbentuk dan bagaimana kita belajar.
  5. Mengobati pilek. Tablet hisap Zinc diketahui dapat mempersingkat durasi episode flu biasa hingga 40% dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Open Respiratory Medicine Journal. Selain itu, review Cochrane menyimpulkan bahwa mengonsumsi “zinc (baik dalam bentuk tablet hisap ataupun sirup) bermanfaat dalam mengurangi durasi dan tingkat keparahan pilek pada orang sehat, ketika dikonsumsi dalam kurun waktu 24 jam dari timbulnya gejala.”
  6. Penyembuhan Luka. Zinc juga diketahui melindungi kulit dan membran mukosa. Dokter sering menggunakan suplemen zinc untuk mengobati ulkus kulit.
  7. Zinc bertanggung jawab bagi sejumlah fungsi yang berbeda dalam tubuh manusia dan membantu merangsang aktivitas kurang lebih 100 enzim yang berbeda.
  8. Zinc bagi Anak. Zinc sebagai salah satu dari mikronutrien, terbukti berperan penting dalam penyatuan protein dan asam nukleat dalam tubuh. Dengan kata lain, Zinc berperan aktif dalam proses perpecahan, pertumbuhan, dan regenerasi sel, sehingga defisiensi Zinc akan mengakibatkan pertumbuhan anak melambat dan tubuh menjadi pendek, kecil serta mudah terserang penyakit. Zinc juga berperan aktif dalam pembentukan sel otak besar, terbukti dengan ditemukannya mineral tersebut dalam jumlah sangat banyak di daerah daya ingat pada otak besar. Defisiensi Zinc akan menyebabkan daya ingat anak menurun dan berefek buruk pada sistem saraf sehingga reaksi anak menjadi lambat, dan bahkan dapat menyebabkan kekacauan fungsi otak atau menyebabkan anak menjadi hiperaktif.
  9. Zinc bagi Remaja. Masa remaja merupakan masa saat tubuh manusia sangat aktif menghasilkan hormon. Zinc sebagai katalisator reaksi biokimia tentu berperan sangat penting dalam hal tersebut. Hormon yang berkaitan dengan Zinc adalah insulin, IGF-1, hormon pertumbuhan, dan hormon seks. Kecukupan asupan Zinc dapat memaksimalkan pertumbuhan remaja. Namun sebaliknya, kekurangan asupan Zinc akan mengakibatkan pertumbuhan tubuh melambat dan bahkan terhenti. Selain itu, Zinc pun berperan langsung dalam pembentukan jaringan kolagen, pertumbuhan tulang, perubahan T1 menjadi T3, dan lain sebagainya.
  10. Zinc dan Penglihatan. Zinc adalah salah satu zat utama yang diperlukan untuk memelihara penglihatan dan meningkatkan regenerasi sel penglihatan. Kandungan Zinc dalam mata sangat tinggi, terutama pada membran penglihatan dan selaput pembuluh darah. Zinc juga berperan dalam penyatuan vitamin A di dalam liver dan tubuh manusia. Oleh karena itu, defisiensi Zinc akan mempengaruhi penglihatan dan kemampuan adaptasi mata di dalam gelap. Rabun jauh juga berkaitan dengan defisiensi Zinc, kalsium, dan tembaga, selain diakibatkan oleh gaya hidup yang kurang baik. Kandungan Zinc pada penderita rabun jauh biasanya lebih rendah dari orang-orang berpenglihatan sehat.
  11. Zinc dan Indera Perasa. Zinc juga berperan dalam mempengaruhi indera perasa dan napsu makan. Fungsi Zinc dalam metabolisme tubuh sangat diperlukan saat pembentukan sel selaput lendir mulut. Defisiensi Zinc akan membuat regenerasi sel pada selaput lendir mulut menjadi tidak sempurna sehingga masa paruh hidupnya menyusut, mudah terlepas, menutupi dan menghalangi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai perasa di lidah, akibatnya makanan terasa tawar yang akhirnya mempengaruhi napsu makan.
  12. Zinc dan Organ Lain dalam Tubuh
    Zinc dapat meningkatkan daya regenerasi jaringan yang rusak. Peran Zinc dalam penyatuan protein, regenerasi sel, metabolisme energi, proses pernapasan, dan stabilitas selaput sel, mampu membantu mempercepat regenerasi jaringan yang rusak, dan akhirnya dapat meningkatkan proses penyembuhan luka dan radang kulit. Defisiensi Zinc berkaitan erat dengan penyakit kulit dan selaput lendir. Radang mulut, radang lidah, sariawan, jerawat di wajah, rambut rontok, kebotakan merupakan keluhan yang paling sering muncul akibat defisiensi Zinc. Zinc pun berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, merangsang reaksi antibodi, dan meningkatkan fungsi imun. Saat tubuh kekurangan Zinc, sistem kekebalan tubuh adalah sistem yang rentan mengalami kerusakan karena defisiensi Zinc menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan tumor. Defisiensi Zinc juga mengurangi jumlah sel limpa dalam darah sehingga membuat luka sulit sembuh dan terjadi infeksi berulang. Pemberian asupan Zinc yang cukup bagi orang tua memperlihatkan adanya pertambahan tingkat kekebalan tubuh secara nyata.

SUMBER ZINC. Zinc terdapat dalam berbagai makanan sehari-hari. Makanan dengan kandungan Zinc tertinggi adalah:

  1. Tiram
  2. Gandum
  3. Daging sapi panggang
  4. Biji labu
  5. Biji Squash
  6. Kuaci
  7. Coklat hitam
  8. Daging domba
  9. Kacang tanah
  10. Kepiting

Suplemen zinc juga tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet. Namun, orang yang sehat disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 20 mg zinc per hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s